Hai Assalamu'alaikum...

 

Kalau ditanya skincare apa yang paling esensial yang harus di punya oleh semua umur, aku akan dengan yakin bilang sunscreen. Karena sunscreen masuk ke dalam basic skincare, dan dia adalah mbah dari segala skincare. Kamu mau pakai serum mahal-mahal, toner berlayer-layer, skincare sampe tebelnya 5 cm, tapi kalau nggak pakai sunscreen semua nggak ada gunanya, karena sunscreen melindungi bahan-bahan yang terkandung di dalam skincare tersebut agar tidak rusak saat terpapar sinar matahari. 

 

Sekarang ini kita dimudahkan dengan tersedianya berbagai merek sunscreen yang bisa kita pilih. Mau pakai sunscreen dari Korea ada, western ada, bahkan lokal pun sekarang juga nggak kalah kualitasnya dari produk-produk luar negeri. Dan jenis sunscreen pun bisa disesuaikan dengen kebutuhan dan jenis kulit kita. Tapi simple-nya, sunscreen dibedakan menjadi physical, chemical, dan hybrid sunscreen. Apa beda ketiganya? Yuk simak penjelasanku.



PHYSICAL SUNSCREEN

 

Mengetahui perbedaan jenis sunscreen bukan dilihat dari teksturnya yah. Tapi kita cek ingredient list-nya. Physical sunscreen, atau nama lainnya inorganic sunscreen, adalah jenis sunscreen yang memakai UV filter Titanium Dioxide dan Zinc Oxide. Physical sunscreen, seperti namanya, dia hanya "duduk" di lapisan kulit dan memblok sinar UV agar tidak masuk ke dalam kulit. 

 

Biasanya, physical sunscreen terasa agak berat dan perlu waktu di blend agar rata di kulit. Dan setelah diratakan akan meninggalkan lapisan putih di atas kulit (white cast). Physical sunscreen lebih cocok untuk yang memiliki kulit sensitif karena lebih rendah potensi iritasinya. Dan physical sunscreen juga aman untuk ibu hamil karena tidak meresap ke dalam kulit. 

 

CHEMICAL SUNSCREEN

 

Atau organic sunscreen adalah sunscreen yang memakai UV filter Avobenzone, Oxybenzone, Octisalate, Homosalate, Tinosorb, Uvinul A, Uvinul T, dsb. Banyak banget, aku aja nggak hapal semuanya, hahaha. 

 

Chemical sunscreen lebih disukai karena dia lebih ringan di kulit, bahkan ada yang sangat moisturizing jadi nggak perlu layer moisturizer sebelum memakai sunscreen jenis chemical. Jadi lebih cocok untuk daily use. Dan lebih minim white cast. Tapi sunscreen jenis ini lebih berpotensi menyebabkan iritasi dan alergi. 

 

HYBRID SUNSCREEN

 

Lalu bagaimana dengan hybrid sunscreen? Hybrid sunscreen berarti mengandung kombinasi filter dari sunscreen physical dan chemical di ingredient lists-nya. 



Kalau sunscreen-sunscreen yang aku punya ini rata-rata jenisnya chemical. Klairs Soft Airy UV Essence memakai Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate (Uvinul A) sebagai UV filter. Dan Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence memakai Homosalate sebagai UV filter. Kecuali Khalisa UV Skin Oasis dan Skin Aqua UV Moisture Milk yang merupakan hybrid sunscreen karena dia memakai UV filter Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate (Uvinul A) dan Titanium Dioxide/Zinc Oxide



Sebenernya untuk mengetahui cocok atau tidaknya suatu sunscreen ke kulit kita nggak melulu "hanya" dari melihat ingredient lists-nya aja. Cara paling tepat adalah dengan mencoba sendiri. Karena nggak selalu physical sunscreen itu nggak nyaman di kulit, dan nggak melulu chemical sunscreen itu bikin kulit kita iritasi. Intinya sih tetep coba-coba sendiri yang paling nyaman di kulit kita. Apalagi sunscreen kan esensial banget, skincare yang harus ada di meja rias kita, jadi kita harus explore buat tahu mana yang paling klop sama kulit kita. 

 

Yuk mulai sekarang sambil belajar baca-baca ingredient lists yang ada di sunscreen kita, biar ilmunya juga makin bertambah. See you on the next post! Wassalam...