Hai hai Assalamu'alaikum...

Biasanya hari Sabtu itu kerjaanku cuma rebahan aja di rumah karena hariku libur jaga, eh tapi minggu lalu aku ikut event yang seru dan berfaedah banget, aku jadi merasa hidupku ini ada manfaatnya, hahaha. Acaranya adalah Open House Jogja Medical Center (JMC) yang terletak di Jl. Gondangraya No.17 Condongcatur Depok, Sleman, Yogyakarta.


Nah, JMC ini klinik apa sih? Jadi ini adalah klinik yang fokusnya ke tumbuh kembang anak dari segi fisik dan mental, tapi juga tersedia fasilitas poli gigi, poli umum, dan juga konsultasi psikologis untuk dewasa. Karena memang konsep dari JMC ini One Stop Family Center jadi seluruh anggota keluarga bisa merasakan manfaatnya periksa ke klinik ini. Jadi sambil menunggu anak terapi, orang tua bisa sekalian tes kesehatan di dokter umum, seperti cek tekanan darah, cek gula, kolesterol dengan dokter umum ataupun periksa gigi.


Acara di mulai dengan pembukaan dan penjelasan singkat mengenai pemeriksaan yang bisa dilakukan di JMC, seperti Terapi Psikologis Anak oleh Psikolog Klinis Anak, Raninta W., lulusan dari Universitas Indonesia. Dan juga Terapi Wicara serta Terapi Okupasi yang semua pengampunya adalah lulusan D3 dan D4 Terapi Okupasi dan Terapi Wicara dari Poltekkes, Surakarta. Terakhir ada juga Play Therapy.


Yang jadi highlight acara kemaren adalah pengenalan metode pemeriksaan pada anak-anak yang disebut Play Therapy. Karena Play Therapy ini baru ada satu-satunya di Jogja yaitu di JMC oleh Miss Grace Melia. Grace Melia adalah satu-satunya Play Therapist di Jogja yang tersertifikasi secara internasional dari APAC (Academy of Play & Child Psychotherapy).


Play Therapy atau terapi bermain merupakan suatu metode pemeriksaan untuk anak usia 4-16 tahun dengan pendekatan bermain sebagai usaha menolong anak dari permasalahan yang dialaminya. Permasalahan yang dialami anak di rentang usia tersebut adalah emosi, perilaku, belajar, atau gangguan mental lainnya. Kemaren diberikan contoh real kasus anak usia 4 tahun yang tertutup di kelas, setelah ikut terapi ini jadi mau membuka diri. Tapi terapi ini hanya bisa berhasil jika ada kerjasama dari terapis, anak, dan juga orang tua.


Jangan bayangin JMC itu kayak klinik-klinik yang suasananya "rumah sakit banget" gitu ya, karena tempatnya cozy dan nyaman banget, nggak kerasa kayak kita lagi di klinik. Atmosfer dan suasana yang dirasakan oleh pasien ketika masuk ke Klinik JMC ini adalah atmosfer layaknya klinik yang ada di luar negeri, walopun aku belum pernah masuk ke klinik di luar negeri sih, jadi nggak bisa mbandingin hahaha. Nuansanya membuat betah para pasien, apalagi ada Kids Corner sebagai ruang tunggu anak-anak. Banyak mainan yang bisa dimainkan jadi anak-anak pun juga nyaman.


Nah, buat para orang tua yang memang berencana mau memeriksakan anaknya, klinik JMC ini bisa dijadikan pilihan tempat periksa karena kelengkapan fasilitasnya dan kenyamanan pelayanannya. For more informations bisa visit Instagram-nya Jogja Medical Center di @jogjamedicalcenter_idJogja Medical Center, Peace at Heart.