Hai hai.. Assalamu'alaikum..

Welcome back to my blog! Pertama kali nih mau ngereview sebuah serum. Aku masih bingung apa aja yang harus diomongin waktu mereview serum, aku bahas sedikit demi sedikit tapi sebisa mungkin detail ya. Kalau misal ada yang belum aku bahas dan mungkin kalian mau tau, tanya aja di kolom komen bawah yes.

Serum yang mau aku bahas kali ini dari brand The Ordinary. The Ordinary ini salah satu anaknya Deciem. The Ordinary sempet hype tahun kemaren karena konsepnya yang memang hanya menggunakan bahan-bahan penting aja, dan nama produknya sesuai dengan bahan aktif yang terkandung itu sendiri, sesuai dengan slogannya "The Abnormal Beauty Company". Jadi hasilnya pun lebih efektif. Dan yang bikin makin terkenal, walaupun pakai bahan yang yahud, harganya terjangkau loh.


Karena hanya menggunakan bahan-bahan penting aja, The Ordinary ini bebas dari paraben, sulfat, mineral oil, bahan pengawet, animal oils, zat pewarna, formaldehida, merkuri, dan oxybenzone. Dan juga tidak di tes pada hewan. It's kinda cool, right?

The Ordinary Hyaluronic Acid 2% + B5


Hyaluronic acid sebenarnya sudah ada di dalam tubuh kita, tapi dengan pertambahan usia biasanya produksi hyaluronic acid juga menurun. Saat produksi hyaluronic acid menurun, kulit akan terlihat kusam, muncul garis halus, dan teraba kering dan kasar, karena memang hyaluronic acid mempunyai manfaat memberi hidrasi pada kulit dan menjaga kelembapan.

Alasan awal beli produk ini pun dikarenakan kulitku tiba-tiba jadi dehidrasi parah. Yap, aku pakai produk ini udah beberapa bulan yang lalu. Setelah baca-baca dan observasi #ceileh aku memutuskan untuk membeli serum ini, karena saat kulit dehidrasi berarti kulit kekurangan air dan butuh kelembapan ekstra.

Lalu di serum ini juga terdapat kandungan vitamin B5 atau panthenol. Vitamin B5 ditambahkan bertujuan untuk meningkatkan hidrasi permukaan kulit. Jadi produk ini benar-benar cocok untuk kulit yang kering dan dehidrasi. Tapi, meskipun ditujukan untuk kulit dehidrasi, apa produk ini cocok untukku?

Kemasan :
Dikemas di botol kaca semi transparan, di badan botolnya hanya terdapat keterangan nama produk yang juga isi dari produk tersebut, terkesan simple tapi menurutku malah terlihat "mahal". Dispensernya berupa pipet berwarna putih yang mudah digunakan, nggak terlalu kenceng dan seret jadi buat ngambil produk pun gampang.


Isi dan Tekstur :
Isinya berupa cairan bening agak kental. Saat diaplikasikan agak lengket yang sebenernya lengketnya bertahan cukup lama di permukaan kulit. Jadi aku jarang banget pake ini di pagi hari.


Performance :
Seperti yang aku bilang di atas, dia teksturnya agak lengket dan agak lama menyerap, jadi jarang aku pakai pagi. Kalau untuk skincare pagi aku lebih suka yang agak matte gitu. Karena kalau dilayer makeup atau skincare lain kadang dia pilling/balls up, jadi kayak mengeluarkan daki-daki, kurang sip buat layering.


Tapi kalau dipakai malam, apalagi pas kulit bener-bener kering, beuh rasanya kayak habis puasa seharian pas buka langsung minum es teh. Seger bener. Agak-agak becek dan lama nyerap isokeh, karena habis itu kan dibawa tidur. Pagi-pagi bangun tidur kulit langsung kenyal-kenyal enyak. 😍

Aku rutin memakai serum ini sampe habis sekitar 3-4 bulanan. Dan perubahan yang paling terasa dia memperbaiki kulit dehidrasiku. Beneran deh, sahabat kulit dehidrasi itu hyaluronic acid. Tapi karena problem di teksturnya yang lengket dan lama nyerap aku jadi nggak repurchase lagi. Makanya ini aku lagi nyari serum hyaluronic acid lain buat pengganti si The Ordinary.

Sekian dulu review dariku. Kalau ada yang masih kurang atau mau ditanyakan bisa ditulis di kolom komentar bawah ya.. Semoga postnya bermanfaat. See you on the next post, Wassalamu'alaikum...